Cungkring
adalah julukan dari teman-temannya. sesuai julukannya, cungkring memiliki
ciri-ciri sebagai berikut. pertama, badannya kurus (ronzent aja ngga pake
sinar-X, pake senter juga bisa). ke dua, tinggi (ya daripada manusia, lebih cocok
jadi pohon kelapa) dan yang terakhir, rambutnya keriting (mirip keturunan
Indonesia bagian Timur).
Pada hari itu cungkring main ke warnet yang ada di daerahnya, hobinya di warnet tidak lain adalah menonton film "Blue", paling tobat cungkring ke warnet liat gambar "blue". se tobat-tobatnya cungkring tetap saja mesum.
dikala cungkring asik bercengkrama denga "BF"nya, tiba-tiba ada perempuan setengah dewa (banci) nyelonong tanpa permisi. ketahuan deh sama tuh banci kalo cungkring lagi nonton "BF".
"iiiiih, kamu ini masih bau kencur aja udah yang begituan!" teriak sang banci dengan logat khasnya.
"yaelah ini kaga sopan maen nyelonong aja lo!..." cungkring marah-marah dan sedikit malu.
"yey, klo mau sama eke aja cin, murah kok" sang banci malah menggoda cungkring.
"waduh, amit amit aja ama lo mah !" cungkring mulai darah tinggi.
"alahhhh, nanti dapat diskon dehhh,,,, !" sambil mencubit pipi cungkring.
"APAAN SIH LO? GANGGU MELULU!!!" sambil menggebrak billing komputer yang dia tempati. kemudian sang banci pun kabur ketakutan.
Dua jam, habis sudah waktu sewa cungkring. tapi di luar malah hujan sangat dras, dan motor cungkring pun "butut".
"pasti motor gue sekarat nih" sangkanya dengan prihatin. cungkring menunggu hujan reda, duduk di teras depan warnet yang memang ada atapnya, jadi cungkring tidak kebasahan disitu. lima belas menit kemuadian hujan reda, cungkring segera menyalakan motornya, tapi tidak menyala.
"yaelah, bener aja dugaan gue" sambil menahan kesal.
"mana udah sore lagi, gimana nanti ema gue nyariin" keluhnya lagi di dalam hati.
"hey, cin?" sapa banci yang tadi menganggu cungkring.
"haduh, apaan lagi sih tu banci" gerutunya.
"kenapa motornya cinta?" tanya sang banci.
"iye, lo liat sendiri kan?" jawab cungkring sambil emosi.
"sini eke bantuin!" tawar sang banci kepada cungkring.
"sok tuh kalo bisa!" dengan sedikit mengganjal dia setuju atas tawaran sang banci.
di putarnya kunci motor ke tulisan "On". lalu sang banci menggenjot motor cungkring sekuatnya.
"hemmmmm" suara sang banci berualag-ulang saat menekan genjotan motor cungkring.
sekali suara banci itu masih normal, dua kali juga masih normal, tiga kali sedikit naik nada, dan yang ke empatkalinya membuat cungkring loncat dengan kagetnya.
"HEMMMMMMP" suara banci itu berubah menjadi suara cowok yang gagah perkasa. dan di saat itu pula motor cungkring menyala.
"buset da serem amat" gumam cungkring dalam hati dan setengah iya meloncat kaget.
"nih cin, motornya udah nyala, tunggu aja dulu sampe panas mesinnya" suaranya jadi banci lagi.
"eke duluan yah cin" sambil mencium pipi cungkring dan kemudian pergi meninggalkan cungkring.
Setelah kejadian itu cungkring kapok untuk menonton "BF" lagi di warnet. dan hari itu juga, hari terakhir cungkring mendatangi warnet tersebut.
Pada hari itu cungkring main ke warnet yang ada di daerahnya, hobinya di warnet tidak lain adalah menonton film "Blue", paling tobat cungkring ke warnet liat gambar "blue". se tobat-tobatnya cungkring tetap saja mesum.
dikala cungkring asik bercengkrama denga "BF"nya, tiba-tiba ada perempuan setengah dewa (banci) nyelonong tanpa permisi. ketahuan deh sama tuh banci kalo cungkring lagi nonton "BF".
"iiiiih, kamu ini masih bau kencur aja udah yang begituan!" teriak sang banci dengan logat khasnya.
"yaelah ini kaga sopan maen nyelonong aja lo!..." cungkring marah-marah dan sedikit malu.
"yey, klo mau sama eke aja cin, murah kok" sang banci malah menggoda cungkring.
"waduh, amit amit aja ama lo mah !" cungkring mulai darah tinggi.
"alahhhh, nanti dapat diskon dehhh,,,, !" sambil mencubit pipi cungkring.
"APAAN SIH LO? GANGGU MELULU!!!" sambil menggebrak billing komputer yang dia tempati. kemudian sang banci pun kabur ketakutan.
Dua jam, habis sudah waktu sewa cungkring. tapi di luar malah hujan sangat dras, dan motor cungkring pun "butut".
"pasti motor gue sekarat nih" sangkanya dengan prihatin. cungkring menunggu hujan reda, duduk di teras depan warnet yang memang ada atapnya, jadi cungkring tidak kebasahan disitu. lima belas menit kemuadian hujan reda, cungkring segera menyalakan motornya, tapi tidak menyala.
"yaelah, bener aja dugaan gue" sambil menahan kesal.
"mana udah sore lagi, gimana nanti ema gue nyariin" keluhnya lagi di dalam hati.
"hey, cin?" sapa banci yang tadi menganggu cungkring.
"haduh, apaan lagi sih tu banci" gerutunya.
"kenapa motornya cinta?" tanya sang banci.
"iye, lo liat sendiri kan?" jawab cungkring sambil emosi.
"sini eke bantuin!" tawar sang banci kepada cungkring.
"sok tuh kalo bisa!" dengan sedikit mengganjal dia setuju atas tawaran sang banci.
di putarnya kunci motor ke tulisan "On". lalu sang banci menggenjot motor cungkring sekuatnya.
"hemmmmm" suara sang banci berualag-ulang saat menekan genjotan motor cungkring.
sekali suara banci itu masih normal, dua kali juga masih normal, tiga kali sedikit naik nada, dan yang ke empatkalinya membuat cungkring loncat dengan kagetnya.
"HEMMMMMMP" suara banci itu berubah menjadi suara cowok yang gagah perkasa. dan di saat itu pula motor cungkring menyala.
"buset da serem amat" gumam cungkring dalam hati dan setengah iya meloncat kaget.
"nih cin, motornya udah nyala, tunggu aja dulu sampe panas mesinnya" suaranya jadi banci lagi.
"eke duluan yah cin" sambil mencium pipi cungkring dan kemudian pergi meninggalkan cungkring.
Setelah kejadian itu cungkring kapok untuk menonton "BF" lagi di warnet. dan hari itu juga, hari terakhir cungkring mendatangi warnet tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar